Sudah lama sekali gak ng.blog… hehehe
kali ini cerita tentang pertumbuhan gigi bungsu.
Gigi
bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul pada usi
sekitar 18-20 tahun.
Pertumbuhan atau kemunculan gigi
bungsu dalam dunia kedokteran sering disebut dengan dens molaris inferior tertius atau molar ketiga yang memang kerap
memberikan rasa sakit yang sangat mengganggu aktifitas kita. Beberapa dari kita
mungkin kurang paham akan gigi bungsu ini. Saya sendiri juga kurang paham
sebenarnya. Tapi ada teman sekamar kos jaman perjuangan kuliah adalah anak
keperawatan gigi Poltekkes Kemenkes Surabaya, yang lumayan lah memberi wawasan
tentang pertumbuhan gigi bungsu.
Nyeri
ini meningkat secara bertahap seiring keluarnya gigi bungsu tersebut terutama
bila posisi tumbuh tidak sempurna atau mengalami kemiringan. Tanda lainnya
adalah kemerahan, lunak dan/atau sedikit bengkak di area sekitar gigi bungsu
yang akan tumbuh.
Rasa nyeri pertumbuhan gigi bungsu
inipun berbeda-beda tiap orang. Seperti halnya saya mengalami sakit hingga
badan panas, kepala pusing, leher seperti keram, kaku, pipi bengkak, susah
mengunyah makanan hingga lebih dari 3 hari yang sangat mengganggu aktifitas. Bahkan
teman kuliah saya tidak percaya akan hal seperti itu >_< mungkin dia
beruntung tidak memiliki benih gigi bungsu atau pertumbuhannya normal kali yak.
Hhaha…
Teman keperawatan gigi menyarankan untuk
segera periksa ke dokter dan melakukan foto panoramic, yakni foto rontgen gigi
yang akan nampak bentuk gigi kita hingga akarnya. Akhirnya saya pergi ke rumah
sakit daerah di Gresik dengan pelayanan umum (bukan BPJS), pelayanan di poli
gigi ini sangat ramah dan saya menunggu antrian di ruang radiologi, sebelumnya
biaya foto panoramic di RSUD sekitar 80K dan ternyata radiologi untuk rontgen
gigi ada di ruangan VIP. Waw sekalii. Hhaha…
Hasil foto panoramic, dokter
mengatakan harus operasi cabut gigi bungsu sebelah kiri bawah, jika tidak maka
gigi sebelahnya akan berlubang dan 2 gigi yang akan dicabut. Namun, dokter
bedah mulut di Gresik hanya ada di RS Semen. Omaigaaatt seperah itukah –-“ belum lagi biaya operasi pasti mahal dan
sakit… aaahhh dua gigi berapa juta >_<” belum lagi pembiusan local apa
total. Walaupun tergolong operasi kecil, pencabutan gigi sebaiknya dilakukan
secara professional oleh dokter gigi, mengingat komplikasi yang mungkin timbul
saat dan setelah pencabutan.
di bawah ini adalah hasil foto rontgen ^^
Berikut ini sekedar informasi tentang
gigi bungsu yang merupakan gigi yang tumbuh terakhir. sedangkan masalah dari gigi bungsu yang
tumbuh tidak normal adalah tumbuh dengan posisi miring, atau bahkan “tidur” di
dalam karena tidak ada tempat untuk nongol.
Gigi
bungsu yang impaksi dapat terinfeksi karena area gigi bungsu tersebut adalah
area yang sulit dibersihkan. Makanan dan bakteri dapat menumpuk di daerah
antara gigi bungsu dan gigi di depannya yang dapat menyebabkan timbulnya gigi berlubang,
penyakit gusi, kista, selulitis dan masalah lainnya, yang jika dibiarkan infeksi tersebut dapat menjadi sumber infeksi bagi tubuh kita karena bakteri
dapat menyebar melalui peredaran darah mengakibatkan penyakit di bagian tubuh
lainnya.
Hal yang
perlu diperhatikan setelah pencabutan gigi
Untuk mempercepat proses penyembuhan:
Usahakan beristirahat sepanjang hari dan tidak mengerjakan
pekerjaan berat. Hindari merokok. Bila memungkinkan selama proses penyembuhan
(3-4 hari), minimal selama 24 jam setelah operasi. Hindari berkumur atau
menggosok gigi selama 24 jam setelah operasi. Setelah 24 jam, kebersihan daerah
operasi dapat dijaga dengan berkumur air hangat bergaram (1 sendok teh garam
untuk 1 gelas air) minimal 4 kali sehari.
Berkumurlah dengan hati-hati karena
tekanan dapat menyebabkan lubang bekas operasi terbuka lagi dan terjadi
pendarahan. Setelah 24 jam, meggosok gigi dapat dilakukan dengan hati-hati,
terutama di daerah operasi. Bila diberi obat penahan sakit dan antibiotik,
minumlah sesuai petunjuk dokter. Antibiotik harus dihabiskan walaupun gigi
sudah tidak terasa sakit. Sebaliknya, obat penahan sakit dapat dihentikan bila
sakit mereda. Makan dan minumlah seperti biasanya. Hindari berdiet, karena
makan dan minum yang cukup sangat penting untuk proses penyembuhan.
Hindari minum menggunakan sedotan karena
tekanannya dapat melepaskan gumpalan darah pada lubang operasi. Hindari minuman
bersoda karena busanya diperkirakan dapat melepaskan gumpalan darah pada lubang
operasi. Minuman jus buah terutama jeruk sangat disarankan.
Makan tambahan vitamin C dianjurkan.
Untuk menghindari pembengkakan, setelah operasi rahang sebaiknya dikompres
dengan es atau air dingin. Tempelkan kompres dingin selama 15 menit, diseling
10 menit tanpa kompres, diulang sampai saat istirahat malam. Pada hari-hari
setelah hari operasi, rahang dapat dikompres dengan kompres hangat, untuk
menstimulasi peredaran darah di daerah gigi bungsu yang dapat mempercepat
penyembuhan.
Masalah yang
mungkin timbul setelah pencabutan.
1. Pendarahan
Pendarahan tidak dapat dihindari dan dapat berlangsung selama satu hari penuh.
Berkumur pada saat pendarahan terjadi sangat tidak dianjurkan. Pendarahan akan
berhenti saat darah mulai menggumpal di lubang pencabutan, dan berkumur dapat
menyebabkan gumpalan darah terlepas. Hal ini dapat memperlambat proses
penyembuhan dan menyebabkan pendarahan terjadi lebih lama.
2.
Lubang operasi tidak tertutup
sempurna.
Setelah gigi bungsu dicabut, darah akan menggenangi lubang bekas gigi dan menggumpal. Terbentuknya gumpalan darah ini sangat penting karena berfungsi sebagai tempat gusi kemudian akan tumbuh menutupi lubang. Diperkirakan sebanyak 5-10 persen kasus mengalami penutupan lubang yang tidak sempurna atau terlepasnya gumpalan darah sebelum waktunya.
Setelah gigi bungsu dicabut, darah akan menggenangi lubang bekas gigi dan menggumpal. Terbentuknya gumpalan darah ini sangat penting karena berfungsi sebagai tempat gusi kemudian akan tumbuh menutupi lubang. Diperkirakan sebanyak 5-10 persen kasus mengalami penutupan lubang yang tidak sempurna atau terlepasnya gumpalan darah sebelum waktunya.
3.
Infeksi.
Infeksi yang terjadi saat
proses penyembuhan dapat dihindari dengan minum antibiotik dan menjaga
kebersihan mulut. Berkumur dengan air garam setiap selesai makan dapat membantu
membersihkan daerah operasi.
Selain itu juga, efek dari operasi gigi pun bisa menimbulkan
tingkat bengkak pada gusi dan pipi yang berbeda. Sebab, operasi pengangkatan
gigi sejatinya adalah tindakan bedah yang otomatis bisa menimbulkan trauma.
Jika trauma kecil maka tidak menimbulkan bengkak.
Begitu sebaliknya saat trauma yang terjadi besar maka pipi bisa
bengkak. Trauma sendiri adalah tingkat kesulitan saat mencabut gigi bungsu dan
dipengaruhi kekerasan akar kiki, kedalaman gigi, ukuran gigi, dan derajat
kemiringan gigi.





Kaa.. Boleh minta cp nya ngga, mau tanya2 operasi impaksidi rs semen gresik.. Thanks
BalasHapusKak, itu ro'panoramic giginya di RSUD gresik?
BalasHapusiya ka foto d RSUD Gresik, tapi di tahun 2015 masih belum bisa operasi cabut gigi disana, dirujuk k RS Semen. untuk sekarang sepertinya sudah bisa
HapusKak mau tanya operasi gigi bungus di semen gresik apa bisa di tanggung bpjs
Hapus